2.199 Dai Diterjunkan ke 38 Provinsi, Program 3T Perkuat Layanan dan Pemberdayaan Umat

JAKARTA,Majapahittv.com  – Program Pengiriman Dai ke Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia mencatat capaian signifikan sepanjang Ramadan 2026. Program ini tidak hanya memperkuat layanan keagamaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dengan menjangkau ratusan ribu penerima manfaat di berbagai daerah.

Sebanyak 2.199 dai dan daiyah diterjunkan ke 38 provinsi. Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, menyebut Ramadan sebagai momentum penting dalam memperkuat peran dai di tengah masyarakat.

“Selama Ramadan, aktivitas Dai 3T meningkat signifikan, mulai dari pembinaan ibadah, pengajaran Al-Qur’an, hingga penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kehadiran dai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Program ini melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) dan pondok pesantren. Kolaborasi tersebut turut mendukung distribusi layanan keagamaan sekaligus kegiatan sosial, seperti penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Dalam bidang pendidikan Al-Qur’an, program ini mencatat partisipasi besar. Sebanyak 238.577 anak dan 128.505 remaja mengikuti bimbingan tahsin, sementara 145.134 ibu turut mendapatkan pembinaan serupa.

“Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan. Para dai hadir tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menguatkan praktik keagamaan masyarakat sehari-hari,” kata Muchlis.

Kegiatan dai didukung oleh 27.738 majelis taklim dan 17.214 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA). Sepanjang Ramadan, tercatat 69.636 kegiatan seperti kultum, tadarus, dan pengajian dengan jumlah jamaah mencapai 600.055 orang.

Selain itu, layanan konsultasi keagamaan menjangkau 58.403 orang. Aktivitas dakwah juga tersebar di 33.476 masjid dan 13.735 mushalla di berbagai wilayah.

Tak hanya berfokus pada pembinaan ibadah, program ini juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Sebanyak 94.450 remaja mengikuti pelatihan, sementara 22.798 dinamika keagamaan di masyarakat berhasil dimediasi.

Menurut Muchlis, para dai turut berperan dalam pendampingan UMKM, penguatan ekonomi umat, pelatihan pemulasaran jenazah, hingga aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

Selain itu, dai juga memberikan bimbingan baca tulis Al-Qur’an, pembinaan mualaf, serta pelatihan pengelolaan ZIS. Pembinaan remaja diperkuat melalui program pesantren kilat, pelatihan keterampilan, dan pengembangan desa.

Program Dai 3T menjadi langkah strategis Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, merata, dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan.[DaBon]