JAKARTA,Majapahittv.com — Transformasi layanan publik berbasis digital kembali menunjukkan langkah nyata. BPJS Kesehatan resmi menghadirkan layanan administrasi 24 jam melalui kanal chat WhatsApp yang dikenal dengan PANDAWA (Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp).
Peluncuran layanan ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai bagian dari percepatan digitalisasi layanan publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa layanan publik harus mampu mengikuti pola hidup masyarakat yang kini semakin lekat dengan teknologi digital.
“Masyarakat telah hidup di ruang digital, maka layanan publik juga harus mengikuti. Kita yang mengikuti masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengikuti kebijakan kita,” ujar Meutya saat peluncuran di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat.
Ia menambahkan, kecepatan layanan kini bukan sekadar soal efisiensi, melainkan juga menyangkut aspek keselamatan.
“Beda lima menit penanganan, hasilnya bisa jadi berbeda terhadap kelangsungan hidup seseorang,” ujarnya.
Layanan Tanpa Batas, Akses Lebih Mudah
Melalui PANDAWA 24 jam, masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan administrasi BPJS Kesehatan kapan saja tanpa harus datang langsung atau mengantre di kantor cabang.
Langkah ini dinilai sejalan dengan tingginya tingkat konektivitas digital di Indonesia. Berdasarkan data, lebih dari 80 persen penduduk telah terhubung ke internet, dengan mayoritas pengguna mengandalkan layanan komunikasi berbasis chat dalam aktivitas sehari-hari.
“Sekitar 90,8 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan platform komunikasi chat. Ini menunjukkan layanan berbasis chat merupakan pilihan yang sangat tepat,” jelas Meutya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Inovasi PANDAWA 24 Jam disebut sebagai salah satu contoh konkret bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan inefisiensi dari sisi waktu dan anggaran.
“Keberhasilan transformasi digital sangat ditopang oleh kolaborasi. Kami berharap layanan ini meningkatkan kepercayaan publik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Meutya.
Dengan hadirnya layanan ini, BPJS Kesehatan tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga menegaskan arah baru pelayanan publik Indonesia lebih cepat, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat di era digital.[DaBon]






