JAKARTA,MAJAPAHITTV.COM– Tunas Indonesia menunjukkan kualitas permainan yang impresif saat mengalahkan Toyo Haryono dengan skor telak 4-0 pada lanjutan Liga Soeratin Jakarta U-15 di Lapangan Sintetis 2 PSF Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6). Bermain di bawah cuaca mendung sejak kick-off pukul 12.10 WIB, Tunas Indonesia tampil dominan sepanjang pertandingan.
Gol pembuka lahir pada menit ke-27 melalui aksi Roni Septian Yuliansyah (26). Keunggulan tersebut membuat permainan Tunas Indonesia semakin percaya diri.
Sembilan menit berselang, Danish Salman Hariadi (11) menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat penyelesaian yang tak mampu dibendung lini belakang Toyo Haryono.
Memasuki babak kedua, dominasi Tunas Indonesia terus berlanjut. Andrian Fadillah Ruslan (18) mencetak gol ketiga pada menit ke-42 setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan dan penjaga gawang Toyo Haryono, Abdillah Daffa Idlan.
Pesta gol Tunas Indonesia ditutup oleh Muhammad Prayogo Mahardika (99) pada menit ke-54. Tendangan kerasnya meluncur mulus ke gawang dan memastikan kemenangan meyakinkan 4-0.
Di laga ini, wasit Iwan mengeluarkan satu kartu kuning kepada pemain Toyo Haryono, Ignatius Noel Pradono W. (17), pada menit ke-24.
Pelatih Tunas Indonesia, Harry Abrian, mengaku puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam kompetisi usia muda.
“Kami lebih mengutamakan proses pembinaan. Semua pemain mendapat kesempatan bermain melalui rotasi agar perkembangan mereka bisa terus dipantau. Organisasi permainan memang belum sesuai harapan, tetapi progres anak-anak terus meningkat, terutama dalam penyelesaian akhir,” ujar Harry.
Ia juga mengungkapkan kondisi lapangan sedikit memengaruhi permainan timnya. Pantulan bola yang berbeda dari lapangan latihan membuat anak-anak harus beradaptasi lebih cepat. Karena itu, variasi latihan di berbagai ukuran lapangan akan menjadi bagian dari program tim ke depan.
Sementara itu, pelatih sekaligus pendiri Toyo Haryono menilai Liga Soeratin menjadi wadah penting untuk mencetak pesepak bola masa depan Indonesia. Menurutnya, pembinaan usia muda harus dilakukan secara berjenjang sejak usia dini dengan dukungan fasilitas yang memadai.
Ia menilai Indonesia tidak kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah kompetisi yang rutin, lapangan yang mudah diakses, serta komitmen pemerintah dan berbagai pihak dalam membangun ekosistem sepak bola usia muda.
“Kita harus memberi ruang bermain kepada anak-anak sejak usia dini. Kompetisi seperti Liga Soeratin akan menambah jam terbang, membentuk mental bertanding, dan menjadi fondasi lahirnya pemain profesional maupun pemain tim nasional di masa depan,” katanya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Tunas Indonesia dalam persaingan Liga Soeratin U-15 Jakarta. Sementara bagi Toyo Haryono, hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki organisasi permainan pada laga-laga berikutnya.|Foto : Prass






