RAJA AMPAT,Majapahittv.com-| Komitmen Pertamina dalam mendorong kemandirian masyarakat kembali ditegaskan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) di wilayah timur Indonesia. Melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim, perusahaan energi nasional ini mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis ekowisata di Kampung Waifoi, Pulau Waigeo Timur, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.
Program yang dijalankan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) ini berfokus pada pengembangan homestay yang dikelola langsung oleh warga. Inisiatif tersebut dinilai mampu mengoptimalkan potensi alam tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan dan kearifan lokal yang telah lama dijaga masyarakat setempat.
Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, mengapresiasi konsep pengembangan yang menyatu dengan alam. Menurutnya, program ini menjadi contoh konkret bagaimana kegiatan sosial perusahaan dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
“Program ini luar biasa karena benar-benar disesuaikan dengan karakter alam. Pengelolaan homestay sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat dan manfaatnya kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Homestay yang telah dibangun memiliki delapan kamar dengan tarif sekitar Rp550 ribu per malam. Kehadiran fasilitas ini menjadi sumber pendapatan baru bagi warga, yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk pendidikan anak-anak.
Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village, Zakaria, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina bermula dari rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa pembangunan homestay, tetapi juga fasilitas dapur, mesin tempel kapal, hingga diesel untuk menunjang operasional.
Sejak mulai dikembangkan pada 2018, program ini terus menunjukkan dampak nyata. Selain meningkatkan pendapatan, masyarakat juga semakin terdorong untuk menjaga lingkungan, termasuk kawasan mangrove dan hutan di sekitar kampung.
“Sekarang sebagian besar penghasilan masyarakat berasal dari homestay. Kami juga semakin sadar pentingnya menjaga alam agar tetap lestari,” kata Zakaria.
Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menegaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan berkelanjutan. Pengembangan wisata dilakukan tanpa mengganggu kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal.
Selain sektor pariwisata, Pertamina juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako bagi warga Kampung Klayas serta tas sekolah untuk anak-anak di sekitar wilayah operasi Kilang Kasim. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan akses pendidikan masyarakat.
Melalui program ini, Pertamina berharap potensi alam Raja Ampat tidak hanya menjadi daya tarik wisata kelas dunia, tetapi juga mampu menjadi sumber ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.[DaBon]






