Aniwayang di Museum Nasional: Saat Wayang Jadi Hiburan Interaktif Lintas Generasi

JAKARTA,Majapahittv.com — Panggung teater Museum Nasional Indonesia menjadi saksi bagaimana seni tradisi bertransformasi menjadi tontonan modern yang memikat. Pergelaran Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati wayang, yang tak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi lintas generasi.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi pendekatan kreatif yang diusung dalam pertunjukan ini. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bahkan turut hadir dan berpartisipasi langsung dalam pergelaran yang digelar Sabtu (25/4/2026).

“Wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya yang bisa dibawa ke mana saja dan memiliki nilai ekonomi luar biasa,” ujar Irene. Ia menilai langkah Aniwayang sebagai bukti bahwa karya berbasis tradisi mampu menembus panggung internasional, setelah sebelumnya mendapat apresiasi di Jepang dan Korea, serta bersiap tampil di Jerman.

Pertunjukan ini memadukan elemen tradisional dengan storytelling yang relevan, karakter animatif, serta pengalaman interaktif yang melibatkan anak-anak dan keluarga. Format tersebut dinilai mampu menjadikan wayang lebih dekat dengan generasi muda tanpa kehilangan akar budayanya.

Lebih jauh, Irene menegaskan pentingnya peran museum sebagai ruang hidup bagi ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, museum kini tidak lagi sekadar tempat menyimpan artefak, tetapi juga menjadi ruang ekspresi yang dinamis.

“Kita patut bangga karena museum di Indonesia berkembang menjadi ruang kreatif yang menarik. Ini membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi dan berkarya,” katanya.

Pergelaran ini merupakan bagian dari peringatan ulang tahun ke-248 Museum Nasional Indonesia, sekaligus ajakan bagi keluarga untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menyenangkan.

Founder dan Direktur Aniwayang Studio, Daud Nugraha, mengungkapkan bahwa pertunjukan ini dirancang khusus dengan cerita baru dan lagu-lagu eksklusif. Bahkan, karakter wayang khusus untuk Wamen Ekraf turut dihadirkan sebagai bentuk apresiasi.

“Aniwayang adalah eksplorasi kami selama lima tahun untuk menjaga wayang tetap relevan dan dicintai lintas generasi,” ujarnya.

Selain pertunjukan utama, rangkaian acara juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, seperti nonton bareng animasi, sesi pengenalan dalang dan pengisi suara profesional, hingga pengalaman menjadi dalang. Pengunjung juga dapat membawa pulang beragam produk kreatif berbasis Intellectual Property (IP) Aniwayang.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, dan ruang budaya ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi baru.[DaBon]